ibo[N]obi is ME

my.original.first.wordpress.site

Starting Point : PPDS INTERNA

1 Comment

keep-calm-study-hard-and-become-a-internist

Sudah lama sejak aku terakhir menulis. Terlalu banyak kemalasan dan “kesibukan” yang mungkin membuatku tidak lagi bisa menghasilkan sebuah tulisan (bisa dibilang, curhatan).. Berharap dengan postingan kali ini, bisa menjadi starting point untuk blog ini dan juga pastinya merupakan starting point curahan hati anak sekolahan..

Tulisan ini merupakan ungkapan rasa syukurku kepada Allah SWT karena masih memberikan kesempatan kepadaku untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan juga ungkapan terima kasihku kepada Ibu dan Ayahku, serta kelima saudaraku yang mendukung dan memberi support yang luar biasa, memberi semangat, dan juga memberikan doa agar aku bisa lulus dan akhirnya bisa bersekolah kembali..

Terpilih menjadi siswa didik PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) di semua universitas di Indonesia menurutku merupakan hal yang luar biasa, karena kami harus berjuang melawan banyaknya pendaftar yang lain dari berbagai daerah, dan karena itu aku bersyukur.

Banyak yang bertanya kepadaku, kenapa mengambil PPDS di bidang Ilmu Penyakit Dalam? kenapa tidak di bidang lain? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu banyak dilontarkan teman-teman saat pendaftaran dulu. Banyak yang mengira bahwa aku akan mengambil Anestesi atau Obgyn seperti yang pernah aku umbar ke teman-teman saat masih menjadi dokter muda. Namun, nasib berkata lain, aku memutuskan untuk memilih interna karena berbagai pertimbangan. Memang aku menyukai bidang Anestesi dan Obgyn, karena bagian-bagian itu adalah bagian yang aku sukai saat aku masih dokter muda dulu, namun yang banyak teman-temanku tidak ketahui adalah aku juga menyukai bidang Interna.

Anestesi sebenarnya adalah pilihan pertama, namun entah kenapa, saat aku memaparkan keinginanku kepada kedua orang tuaku, mereka menolah dan tidak merestui, terutama ayahku. Aku sudah memberikan pengertian tentang bagian Anestesi kepada beliau, dan meminta tolong kepada kakakku – yang juga dokter – untuk menjelaskan mengenai bagian ini kalau-kalau ayahku salah menilai. Tapi apa daya, segala usaha telah aku lakukan untuk meyakinkan beliau, namun beliau tetap tidak merestui.. Aku adalah anak yang percaya bahwa keberhasilanku pada suatu hal adalah akibat adanya restu dari orangtuaku akan hal tersebut, sehingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak memilih Anestesi..

Selain anestesi, bagian Obgyn juga merupakan bagian yang aku sukai, bagian dimana aku bisa membantu seorang ibu untuk melahirkan, menyelamatkan ibu dan bayi, dan sejenisnya. Untuk bagian ini orang tuaku tidak ada masalah, namun yang menjadi masalah adalah finansial. Tidak dipungkiri dan tidak disangkali bahwa menjadi PPDS di bidang Obgyn memerlukan banyak uang, dan oleh karena itu aku mengurungkan niat untuk mendaftar di bidang ini, apalagi hampir tiga per empat dana sekolah yang aku siapkan adalah bantuan dari orang tuaku dari hasil menjual salah satu lahan mereka. Sehingga memberikan beban finansial berlebih kepada mereka bukan merupakan pilihan bagiku.

Akhirnya, aku memutuskan untuk mengambil bagian Interna, yang merupakan bagian yang juga aku sukai, terlebih lagi aku adalah anak pertama yang melanjutkan pendidikan dokter spesialis  di silsilah keluarga, dan menurutku, menjadi Intenist akan sangat membantu keluarga-keluargaku nantinya karena memang ilmu penyakit dalam merupakan ilmu terluas di pendidikan dokter spesialis bersama dengan ilmu kesehatan anak. Selain itu, mengenai finansial, dari berbagai senior yang sudah menjalani pendidikan di Interna, biaya yang mereka keluarkan di pendidikan mereka tidak sebanyak bagian-bagian besar lainnya.. inilah yang menjadi alasan mengapa aku akhirnya memilih Ilmu Penyakit Dalam..

Setelah memilih bagian, dan mendaftar, tantangan selanjutnya adalah aku harus bisa lulus berkas, lulus ujian masuk, dan lulus wawancara untuk bisa menjadi salah satu peserta didik. Lulus berkas disini adalah lulus administrasi dan lulus tes kesehatan.. dan Alhamdulillah, aku lulus. Setelah pengumuman kelulusan berkas, aku dihadapkan oleh ujian masuk yang terdiri dari ujian TOEFL, ujian tulis Bahasa Indonesia, dan ujian tulis bagian Interna. Untuk ujian masuk ini, aku membutuhkan persiapan selama 3 bulan, dan intens belajar kurang lebih hanya 2 minggu sebelum ujian. Kemudian, akhirnya setelah ujian tulis berakhir, dilanjutkan dengan ujian wawancara oleh professor dan dokter-dokter spesialis di bagian ilmu penyakit dalam.. Sebulan setelah ujian masuk dan wawancara berakhir, akhirnya di akhir bulan Mei 2016, pengumuman keluar, dan Alhamdulillah, namaku terpampang di pengumuman kelulusan bersama dengan 13 orang lainnya di bagian Ilmu Penyakit Dalam.

ibon

Perasaanku bercampur aduk ketika melihat pengumuman, senang, sedih, terharu, perasaan takut dan  lain-lain bercampur menjadi satu. Akan tetapi, disinilah aku akan berada saat ini, menimba ilmu, sampai kira-kira paling cepat 4 tahun untuk menjadi seorang Internist.. semoga niat baik untuk kembali bersekolah menjadi awal yang baik bagi perjalanan sekolahku kedepannya.. Amin…

So, lets studying, keep fighting for your future!!

Advertisements

Author: ibonobi

nothing special.. bingung kalo harus mendeskripsikan sifat, karena lebih baik orang yang menilai.. dan satu hal : aku tidak perduli bagaimana penilaian orang lain.. this is real.. this is me.. and this is my life..

One thought on “Starting Point : PPDS INTERNA

  1. Bagi tipsnya donk dok,,,agar suskse lulus PPDS ilmu penyakit dalam,,apa apa aja yg harus dipersiapkan dok?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s