ibo[N]obi is ME

my.original.first.wordpress.site

Makassar, I’m Sorry

1 Comment

Makassar

Makassar adalah salah satu kota besar yang ada di pulau Sulawesi, dan aku akui Makassar sudah menjadi bagian dari hidupku. Aku mulai menjalani hidupku di Makassar sejak tahun 2007, kala itu aku memutuskan untuk datang ke Kota Daeng ini untuk mencoba peruntungan kuliah di salah satu Universitas Negeri terbaik di kota ini, ya, Universitas Hasanuddin. Sebenarnya, aku sama sekali tidak berfikir untuk kuliah di sini, namun nasib membawaku ke kota ini. Sebelumnya, aku hidup di salah satu kota kecil di Kalimantan, pada akhir semester kelas 3 SMA dulu, aku sudah mulai merencakan dimana aku akan melanjutkan sekolah. Awalnya, dengan penuh semangat, aku memutuskan untuk kuliah di jurusan Teknik Fisika di ITB, tapi pada akhirnya aku berakhir di Makassar.

Aku sangat ingin kuliah di Teknik Fisika ITB, jadi aku mulai membicarakan rencanaku kepada Bapak ku. Dalam pembicaraan mengenai masa depanku, Bapak menawarkan ku untuk mengikuti tes untuk kerja di Perusahaan Pupuk Kaltim, karena memang di perusahaan tempat Bapak bekerja itu sedang dibuka lowongan untuk lulusan SMA. Aku menolak tawaran Bapak dengan lugas, dan aku terus memaksa untuk melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya. Bapak akhirnya setuju dengan keputusanku untuk kuliah, namun tidak setuju untuk jurusan dan universitas yang aku inginkan. Di akhir pembicaraan dengan Bapak, akhirnya bapak menawarkan, Kuliah di Unhas atau ikut tes Kerja di Pupuk Kaltim?. Aku tidak bisa lagi memaksakan kehendakku, toh aku sadar, yang akan membiayai kuliahku adalah Bapak, selain itu Bapak ingin aku kuliah di Unhas karena alas an kedua kakakku juga kuliah di sana, dan untuk masalah tempat tinggal, aku tidak akan mengalami kesusahan nantinya, toh karena ada saudara aku akan sangat terbantu. Aku sepakat dengan itu, jadinya aku mengubur angan-anganku untuk kuliah di ITB.

Singkat cerita, akhirnya aku diterima kuliah di Jurusan Kedokteran Unhas, dan dimulailah kehidupanku di kota Makassar ini. Awalnya aku agak aneh berada disini, karena bahasa Indonesia yang digunakan terselip banyak imbuhan-imbuhan khas bahasa Bugis ataupun Makassar. Di awal berada sini, terkadang aku bingung dengan percakapan yang ada, dan tentu saja aku belum terbiasa menggunakan begitu banyak imbuhan dalam percakapanku. Aku sempat di tertawakan oleh teman kuliahku, karena salah penempatan imbuhan -ki, -ko, -mi, -ji, -di’, -toh, dan lain-lain. Aku butuh hampir setahun untuk dapat menggunakan semua itu dalam percakapan dengan tepat dan benar sesuai dengan makna yang aku inginkan. Mengingatnya, membuatku ingin tertawa..

Sampai sekarang, aku sudah hampir menghabiskan 7 tahunku di Makassar, belajar disini, memulai pertemanan disini, mendapatkan sahabat-sahabat disini, memulai kisah cinta disini, dan semuanya aku lakukan di kota ini. Di perjalanan selama 7 tahun ini, tidak sedikit aku mengutuk kota ini karena macet, demo, perkelahian antar fakultas, kriminalitas, dan lain-lain. Aku juga sempat tidak tahan berada di kota ini dengan segala sesuatu yang ada didalamnya. Namun, makin kesini, kebencianku akan kota ini seakan memudar.. Aku mulai mencintai kota ini, walaupun kota ini bukan kota kelahiranku. Aku mulai mencintai kehidupanku disini, kehidupan bersama orang-orang yang aku kenal.

Aku tidak tahu, kemungkinan besar, tahun ini adalah tahun terakhirku di sini, aku mungkin akan pergi untuk mengadu nasib di kota lain. Dan kalau memang itu akan terjadi, aku akan sangat merindukan kota ini, kota yang sering aku kutuk, kota yang penuh dengan kenangan-kenangan, ya, aku pasti akan merindukannya. Namun, jika nasib membawaku tetap berada di kota ini, aku akan sangat bahagia… Sebelum tiba saatnya aku pergi dari kota ini, aku akan memanfaatkan waktu luangku untuk menikmati kehidupanku disini. Dan untuk semua pemikiran buruk yang pernah ada di kepalaku, dan untuk semua kutukan yang telah aku lontarkan untuk kota ini, aku minta maaf.

Makassar.. I’m sorry and now, I’m falling in love with you..”

Advertisements

Author: ibonobi

nothing special.. bingung kalo harus mendeskripsikan sifat, karena lebih baik orang yang menilai.. dan satu hal : aku tidak perduli bagaimana penilaian orang lain.. this is real.. this is me.. and this is my life..

One thought on “Makassar, I’m Sorry

  1. ciyeee ibooonnn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s